Dari Rumah, Berjamaah

Terhitung hari ini, udah beberapa hari terlewati di Magelang, dari rumah, tanpa rutinitas pulang pergi Magelang Jogja setiap harinya. Hasil diskusi para petinggi pemerintah membuat semua orang wajib kerja dari rumah, dan ya sudah. Kadang memang hal-hal kayak gini patut dipaksakan biar semua terjaga dan aman. Semua ini kan juga lebih ke pemanfaatan peraturan. Semua serba Work From From.

Gembar gembor pandemi makin hari kian berdampak ngeri. Ga jarang orang malah bikin sensasi via jalan-jalan keluar, bilang aman kok, sehat kok, muda kok, pe kok. Ga ada hal-hal lain mungkin mereka makanya ya hura-hura sambel kosek gitu. Sebisanya tetap mencari pengamanan, via dirumah jangan keluar.

Sebenernya bagus aja bisa berdiam dirumah dan fokus kerja. Hanya aja, ini bikin ayas merasakan sekat, jadi kurang dekat. Biasanya bisa sambil ngecengin, ngobrol, atau sebatas say hi. Sekarang-sekarang ini ya jelas engga. Semua jadi punya dunianya sendiri. Itu berlaku bagi mereka yg menikmati jarak ya. Bagi yg ga terbiasa, ayas yakin psikis mereka meronta. Merongrong tajam mengaum kencang buat lekas kelar ini pandemi.

Semua berharap berinteraksi secara normal, tanpa menyentuh…

Tapi, apa hal ini bakalan tetep berlangsung terjadi? Mari kita liat beberapa bulan lagi…