Itulah… Aku

Aku...
Seorang janda muda tak beranak
Lahir dari tangan seorang mapan
Dibesarkan oleh sang asing
Didewasakan dengan tangan-tangan gatal
Jemari yang merangkul dan merangkak
Buah karya pemuda-pemuda 80an
Yang merombak paksa kiblat lakuku
23, tiga kali sirih...
Itulah... aku

Aku...
Seorang perawan tak berdosa
Yang menjajakan diri pada gempita layar kaca
Atas dasar kesalahan asuh orang tua
Membesarkan adik yang masih bocah
Dengan recehan ditangan
Dan ratusan ribu disela-sela ikatan pinggang
Menyodorkan produk unggul khas remaja masa kini
Rona berseri, demi seonggok nasi
Itulah... aku

Aku...
Seorang wanita karir kepala tiga
Membesarkan seorang putri dan seorang putra
Menikmati sepahnya serpihan nikah paksa
Karena aku tak berani bersaksi
Karena aku tak sudi terbuang
Tapi lihat aku sekarang ini
Menggerogoti Jogja di Ringroad Utara
Memburu sesosok pria demi kawan satu malam saja
Itulah... aku

Aku...
Seorang pebisnis tajir melintir
28 tahun berselang seling selir
Tanpa pernah merasa tercukupi hatinya
Tanpa pernah peduli akhirnya
Perihal nikmat surga dan gemerlap neraka
Aku bak ratu yang menjembatani hitam putih abu-abu
Lalu dipulangkannya badanku ke kota Cepu
Mengais ironi dari ratapan Papi dan Mami
Itulah... aku

Mereka...
Sebagian daripada betina yang mengubah mataku dalam memandang kehidupan
Dunia...
Bukanlah panggung yang berakhir bahagia sekalipun kau curhatkan semua doa
Itulah... kami
Sebagian daripada debu angkasa yang beranak pinak di muka Bumi...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dengarkan Podcast di Spotify